Darilaut – Operasi penyelamatan dan bantuan besar-besaran telah diluncurkan di Nepal dan Tibet. Jumlah korban meninggal dunia akibat dampak luar biasa bencana banjir bandang dahsyat dan tanah longsor di wilayah ekosistem pegunungan Himalaya perbatasan Nepal dan wilayah otonom Tibet, Cina terus bertambah.
Laporan awal tragedi ini dipicu oleh longsoran es dan batuan di Tibet di dekat perbatasan dengan Nepal.
Para ilmuwan dari International Centre for Integrated Mountain Development (ICIMOD) serta lembaga mitra di Nepal dan Cina sedang menyelidiki hipotesis apakah banjir tersebut dipicu oleh longsoran es dan batuan yang berasal dari wilayah dataran tinggi di dekat perbatasan Tiongkok-Nepal.
Penilaian awal berdasarkan rekaman video dan informasi dari wilayah terdampak mengindikasikan bahwa sejumlah besar material es dan puing batuan kemungkinan masuk ke Lende Khola, anak Sungai Bhote Koshi.
Salah satu kemungkinannya adalah material tersebut sempat menyumbat sungai di bagian yang sempit, membentuk bendungan alami akibat longsoran, dan memicu lonjakan aliran air secara tiba-tiba yang membawa air, sedimen, serta bongkahan batu besar ke arah hilir.
Ratusan orang tewas atau hilang dalam bencana yang terjadi pada Rabu 26 Agustus tersebut.
Hingga Jumat (28/8) data Pemerintah Nepal “538 orang tewas, sementara hampir 3.750 orang telah diselamatkan. 1.000 orang masih dinyatakan hilang, dan banyak di antaranya diduga merupakan wisatawan,” menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs) seperti dikutip dari UN News.



