Sabtu, Agustus 29, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

redaksi
29 Agustus 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Pegunungan Himalaya membentang melintasi Nepal. FOTO: UN NEPAL

Darilaut – Struktur es di Pegunungan Himalaya sedang berubah. Sehari sebelum dinding es, batu, dan air berlumpur menerjang lembah-lembah Himalaya di sepanjang perbatasan Nepal-Cina, Dr. Dipesh Chapagain sedang mendiskusikan dengan seorang rekan betapa dahsyatnya bencana semacam itu.

Bagi peneliti iklim berusia 40 tahun yang tumbuh besar di perbukitan Nepal timur dan kini mempelajari bahaya pegunungan di Universitas Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNU) di Bonn, Jerman, topik ini memiliki dimensi profesional sekaligus sangat personal.

Ia telah menyaksikan perubahan risiko yang dihadapi wilayah tersebut sepanjang hidupnya.

“Saat saya masih kecil, kondisinya tidak seperti itu,” ujar Dr. Chapagain kepada Fabrice Robinet dari UN News. “Atau saat orang tua maupun kakek-nenek saya masih kecil, hal itu bukanlah tantangan utama [yang mereka hadapi].”

Gletser runtuh, lereng gunung ambruk.

Kemudian, pada Rabu pagi pukul 08.37, lereng gunung di ketinggian Himalaya runtuh.

Runtuhan itu begitu masif hingga instrumen seismik mencatatnya sebagai peristiwa berkekuatan magnitudo 5,2, yang awalnya dikira sebagai gempa bumi. Batuan dasar di bawah gletser mengalami kegagalan struktur, membawa massa es dan batu yang sangat besar meluncur sekitar 1.200 meter menuju dasar lembah.

Halaman 1 dari 7
12...7Selanjutnya
Tags: Banjir HimalayaBanjir NepalDr. Dipesh ChapagainEkosistem Pegunungan HimalayaNepalPBBTibet
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Postingan Terkait

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

29 Agustus 2026
Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

29 Agustus 2026

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Perluas Akses Pendidikan di Bolaang Mongondow Utara

5 Orang Tewas dan 558 Hilang di Tibet Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

538 Orang Tewas di Nepal Akibat Dampak Luar Biasa Bencana Ekosistem Pegunungan Himalaya

Ancaman Baru Dari Danau Alami Setelah Runtuhnya Gletser Himalaya di Perbatasan Nepal-Tibet

TERBARU

Banjir Mematikan di Himalaya: Struktur Es Berubah, Gletser Runtuh dan Lereng Gunung Ambruk

Ilmuwan Sedang Menyelidiki Apakah Tragedi Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Longsoran Es dan Batuan

Uji Coba Nuklir Telah Dilakukan Lebih Dari 2.000 Kali

Uji Coba Nuklir Tidak Membuktikan Kekuatan

Teknik Sipil UNG Raih Akreditasi Unggul

Fakultas Ilmu Pendidikan UNG Perluas Akses Pendidikan di Bolaang Mongondow Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Satelit Surya-1 Dirancang dan Diproduksi Mahasiswa Surya University

Pergantian Tahun, Waspada Cuaca Ekstrem Puting Beliung dan Hujan Es

Rahasia Penyu, Dapat Berbicara Sebelum Menetas

Pemerintah Rancang Solusi Jangka Panjang Hadapi Bencana Alam

Kondisi La Nina Berlangsung Hingga Mei 2021

Kontribusi IPB dalam Pengembangan Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.