Darilaut – Penilaian paling komprehensif mengenai status terumbu karang yang pernah diterbitkan menunjukkan bahwa gelombang panas laut akibat perubahan iklim sedang mengubah kondisi terumbu karang di seluruh dunia.
Para ilmuwan menyerukan tindakan mendesak berbasis bukti untuk menjaga masa depan terumbu karang.
Laporan terbaru setebal 298 halaman tersebut dengan judul “Status of Coral Reefs of the World: 2025” menyebutkan terumbu karang dunia semakin kehabisan waktu untuk pulih di tengah gelombang panas laut yang kian sering terjadi dan peristiwa pemutihan karang global yang dipicu oleh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.
Laporan dirilis Senin (31/8) hari ini oleh Global Coral Reef Monitoring Network (GCRMN) yang mengacu pada data global selama lebih dari 40 tahun yang mencakup 21,1 juta pengamatan dan 87.299 survei di 36.886 lokasi yang tersebar di 124 negara, wilayah, dan perekonomian, menjadikannya penilaian status terumbu karang paling komprehensif yang pernah dilakukan.
GCRMN didirikan oleh International Coral Reef Initiative (ICRI) pada tahun 1995 untuk memantau kondisi terumbu karang dunia.
GCRMN adalah jaringan ilmuwan, pengelola, dan organisasi yang memantau kondisi terumbu karang di seluruh dunia, dengan tujuan menyediakan informasi ilmiah terbaik yang tersedia mengenai status dan tren ekosistem terumbu karang demi upaya konservasi dan pengelolaannya.




