Darilaut – Dampak naiknya permukaan laut kini mulai terasa dan ancamannya pun kian membesar.
Melansir UN News, Banyak negara yang menghadapi risiko paling mendesak justru merupakan penyumbang emisi terkecil—penyebab utama kenaikan permukaan laut—dan sering kali memiliki sumber daya paling terbatas untuk meresponsnya.
• Negara Kepulauan Kecil. Beberapa negara Pasifik menghadapi kenaikan permukaan laut relatif yang besarnya lebih dari dua kali lipat rata-rata global dan tetap sangat rentan terhadap kejadian banjir yang semakin sering terjadi.
• Kota-kota delta dataran rendah. Seperti di Dhaka, Mumbai, dan Kolkata, di mana lebih dari 14 juta orang terancam kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, dan nyawa.
• Megakota (metropolitan) pesisir. Seperti di Miami, New York, dan Guangzhou menghadapi potensi kerugian triliunan dolar jika infrastruktur mengalami kerusakan.
Seberapa besar biaya dampaknya?
• Kerusakan infrastruktur pesisir telah melampaui angka US$1,8 triliun.
• Tanpa upaya adaptasi, kerugian global tahunan dapat mencapai US$1,4 triliun.
• Negara-negara Kepulauan Kecil yang Sedang Berkembang (SIDS) mengalami kerugian sebesar US$153 miliar akibat bencana terkait iklim antara tahun 1970–2020.
• Premi asuransi rumah di AS melonjak sebesar 33 persen antara tahun 2020–2023 di wilayah-wilayah yang rawan bencana.




