Sabtu, September 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Nomura, Ubur-ubur Raksasa, Berat 200 Kilogram

redaksi
9 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Nomura

Nomura, ubur-ubur raksasa sering terlihat di perairan Cina dan Jepang. FOTO: THE ASHAI SHIMBUN/ABC

UBUR-UBUR (Jellyfish) ada yang mencapai ukuran yang besar. Seperti Nomura. Ukurannya mencapai dua meter dengan berat 200 kilogram.

Nomura (Nemopilema nomurai) tergolong ubur-ubur terbesar di dunia.

Spesies ini diberi nama Nomura sebagai penghormatan kepada Direktur Jenderal Stasiun Percobaan Perikanan Prefektur Fukui Kan’ichi Nomura.

Pada awal Desember 1921 Nomura mengirim spesimen ini dalam tanki kayu 72 liter kepada Profesor Kishinouye.

Ubur-ubur Nomura hidup di perairan antara Cina dan Jepang, terutama di Laut Kuning dan Laut Cina Timur.

Tercatat, pada 2009, kapal ikan seberat 10 ton, Diasan Shinsho-maru, terbalik di Chiba Teluk Tokyo karena tiga nelayan berusaha mengangkat jaring yang berisi lusinan ubur-ubur Nomura. Ketiga nelayan ini kemudian diselamatkan kapal ikan lainnya.

Dulu, ubur-ubur ini hanya terlihat setiap 30 tahun sekali. Kini Nomura dapat terlihat setiap tahun.

Nomura kini bukan lagi menjadi cerita puluhan tahun dari seorang ayah kepada anaknya. Di abad 21, ubur-ubur ini muncul setiap tahun.

Populasi Nomura meningkat dalam 20 tahun terakhir. Alasan berkembangnya populasi ini setiap tahun, antara lain, lantaran perubahan iklim, penangkapan ikan berlebihan dan modifikasi pantai yang menambah substrat untuk pembuatan polip secara aseksual .*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JellyfishJepangNomuraUbur-ubur
Bagikan16Tweet10KirimKirim
Previous Post

Gejala Sengatan Ubur-ubur Irukandji

Next Post

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Postingan Terkait

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

12 September 2026
Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

12 September 2026

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Orang Tua Dapat Memantau Pendidikan Akademik Mahasiswa UNG Melalui Fitur Aplikasi SIAKAD

5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Copernicus Climate Change Service: Agustus 2026 Bulan Terhangat Secara Global

Next Post
Namse Bangdzhod

Kapal Namse Bangzhod Hilang, TNI Angkatan Laut Lakukan Pencarian

Komentar tentang post

TERBARU

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

Gunung Anak Krakatau Masih Status Siaga, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Dalam Pencarian

Alur Permohonan Akun SIAKAD UNG Bagi Orang Tua atau Wali

Orang Tua Dapat Memantau Pendidikan Akademik Mahasiswa UNG Melalui Fitur Aplikasi SIAKAD

AmsiNews

REKOMENDASI

Semarak HUT Ke-75 di Marore, Pulau Terdepan Indonesia

Berada di Selatan Waingapu, Siklon Tropis Terus Bergerak ke Samudra Hindia

Membuktikan Teori Newton dan Einstein Melalui Peristiwa Gerhana Matahari

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia, Orang Rimba dalam Pusaran Perubahan Iklim

Telan Plastik, Hiu Paus Mati di Pantai Sabah

Sistem Informasi Danau Dari Sisi Sosial Humaniora

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.