Minggu, Oktober 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

redaksi
11 Oktober 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Lahan persawahan yang diteliti oleh Jack O’Connor dan rekan-rekannya di Ca Mau, sebuah provinsi di Vietnam yang terletak di Delta Mekong. FOTO: UNU-EHS/Emidi

Darilaut – Beberapa petani merespons perubahan lingkungan bukan dengan cara menghalangi masuknya air asin, melainkan dengan mencari cara untuk memanfaatkannya.

Melansir UN News, di beberapa wilayah delta Mekong, Vietnam, sebagian petani mulai melakukan pola tanam bergilir antara padi dan udang di lahan yang sama. Padi ditanam saat kondisi air lebih tawar, sedangkan udang—yang toleran terhadap air payau—dibudidayakan saat kadar garam meningkat.

Di Provinsi An Giang, praktik budidaya padi-udang kini mencakup lebih dari 100.000 hektare lahan yang terdampak air asin, dengan semakin banyaknya petani yang beralih ke metode organik yang menggunakan lebih sedikit pupuk kimia dan pestisida.

Hal ini merupakan bagian dari upaya luas untuk mengalihkan praktik pertanian menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Seorang ahli ekologi kelautan di Institute for Environment and Human Security milik Universitas PBB di Bonn, Dr. Jack O’Connor, dan rekan-rekannya telah meneliti transisi yang lebih luas menuju budidaya padi organik di wilayah delta tersebut untuk mengkaji potensi manfaatnya. Temuan mereka juga mengungkap batasan kemampuan adaptasi petani secara individu.

Manfaat Pertanian Organik

Di lahan percobaan, tanaman yang dibudidayakan secara organik menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang lebih baik, kata Dr. O’Connor, sementara lahan yang dikelola tanpa pestisida kimia mendukung keanekaragaman hayati yang jauh lebih tinggi.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Delta MekongNaiknya Permukaan LautPerikanan budidayaVarietas Padi Tahan SalinitasVietnam
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Postingan Terkait

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

11 Oktober 2026
Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

11 Oktober 2026

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

Forum Jurnalis ASEAN: Nilai Karya Jurnalistik Harus Terlindungi

Akademisi UNG Bahas Rencana Zonasi Pulau-Pulau Kecil Gorontalo Utara

AMSI Bahas Hak Cipta dan Royalti Karya jurnalistik

TERBARU

Variasi Baru Budidaya Udang Air Payau dan Menanam Padi di Lahan yang Sama di Delta Mekong

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Masyarakat Menjauh 5 km Dari Pusat Erupsi

Media ASEAN Menyoroti Ketimpangan Posisi Tawar dengan Big Tech

Forum Jurnalis ASEAN Bahas Hak Penerbit Pers dan Mekanisme Lisensi

Definisi Karya Jurnalistik Hal Penting Dalam Pembahasan Pelindungan Hak Cipta

AmsiNews

REKOMENDASI

Apa Saja Tugas Observer on Board di Kapal Ikan?

World Cleanup Day 2019 di Indonesia akan Libatkan 13 Juta Relawan

Kapal Mati Mesin di Donggala, 8 Penumpang Selamat

Mikroplastik Memberikan Dampak pada Pertumbuhan Karang

Tugboat dan Tongkang Muat Batubara Curah Ditangkap di Tanjung Priok

Menggali Gagasan Sejarah dan Kemanusian dari Karya Sastra Pramoedya Ananta Toer

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.