Darilaut – Fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) sangat erat kaitannya dengan Arlindo atau Arus Lintas Indonesia (ITF). Arlindo, arus air laut yang mengalir dari Samudra Pasifik menuju Samudra Hindia, dengan sebagian besar jalurnya melewati Selat Makassar.
Arus inilah yang kerap dijadikan petunjuk awal (prekursor) untuk mendeteksi tanda-tanda datangnya El Nino hingga tiga bulan sebelum dampaknya dirasakan.
Peneliti dari Direktorat Kebijakan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fadli Syamsudin, menjelaskan bahwa fenomena ENSO merupakan salah satu mode iklim multi-skala yang sangat sensitif di wilayah Benua Maritim.
“Pemantauan tekanan air melalui tambatan (mooring) di Selat Makassar memberikan hasil yang dapat menjadi petunjuk paling awal dari kemunculan ENSO, sehingga kita dapat memahaminya lebih dini,” ujar Fadli, Selasa (29/9), seperti dikutip dari Brin.go.id.
Menurut Fadli melalui model prediksi musiman SINTEX-F dari JAMSTEC, analisis per September juga menunjukkan adanya peningkatan suhu permukaan laut yang cukup luas dan tidak biasa di sekitar wilayah Papua, yang mengindikasikan struktur spasial non-kanonis di samping potensi perkembangan Indian Ocean Dipole (IOD) positif.




