Darilaut – ekonomi kreatif memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Kinerja sektor ini diukur melalui empat indikator utama, yakni investasi, ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB).
Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan sekitar 9,5 persen dari realisasi investasi yang masuk ke Indonesia telah mengalir ke sektor ekonomi kreatif. Sementara itu, kontribusi ekspor ekonomi kreatif mencapai sekitar 12 persen dari total ekspor nasional nonmigas.
Hal ini disampaikan Menekraf saat memberikan sambutan kunci pada Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 di Surabaya, Rabu (28/10). Konferensi yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini mengusung tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator”.
Dari sisi ketenagakerjaan, kata Riefky, sektor ekonomi kreatif menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Sebanyak 63 persen di antaranya merupakan generasi Z dan milenial, sedangkan 58 persen adalah perempuan. Kontribusi sektor ini terhadap PDB nasional tercatat sebesar 7,38 persen.
Menurut Riefky, jumlah tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif bertambah sekitar 1 juta hingga 1,5 juta orang setiap tahun. Potensi ini dinilai penting untuk memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda, terutama di tengah tantangan pengangguran terbuka yang juga banyak melibatkan kelompok usia tersebut.



