Oleh: Fadli H. Alamri, Pemerhati Transformasi Sosial Keagamaan
Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Firaun ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga dan selamatkan aku dari Firaun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim (QS: Attahrim:: 11)
Akhen seorang raja. Dia mempunyai kepercayaan di jalan yang dipercaya (tauhid) yang diajarkan oleh Nabi Yusuf dan ayahnya, kedua matanya tak pernah sekalipun memandang para tuhan Mesir. Akhen percaya kepada Tuhan yang satu. Sebelum kekuasaan Akhen berakhir dengan kematianya, Nabi Yusuf pernah berwasiat mengatakan bahwa akan datang para panglima perang yang memakai tutup kepala berkilau yang akan menghancurkan Ilahi dan puisi-puisiku.
Akhen yang disebut sebagai raja yang tak tahu balas budi, telah melakukan dosa besar dengan menolak agama banyak tuhan Mesir, dia harus mendapat hukuman, beginilah pendapat para perampas dan penumpas kerajaan menghancurkan kerajaan, ingin dikembalikan lagi pada kepecayaan Mesir kuno, Tuhan tunggal yang Akhen dan rakyatnya percaya dan yakini, harus dihapuskan dan dihancurleburkan dari inskripsi, kuil, tempat pemakaman dan dokumen-dokumen resmi, bahkan lebih parah lagi, dilupakan selamanya, mengubah sejarah seakan tak pernah terjadi.




