Kamis, Agustus 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

redaksi
26 Mei 2019
Kategori : Berita, Laporan Khusus
0
Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Sistem bagi hasil (profit share) yang diterapkan pemilik kapal atau perusahaan perikanan merugikan nelayan.

Sistem ini sudah berlangsung lama dan awak kapal perikanan seringkali tidak mendapatkan penghasilan selama berbulan-bulan melaut.

Ini karena penghasilan yang diperoleh melalui sistem bagi hasil, telah dipotong utang sebelum melaut.

“Lebih baik sistem gaji daripada sistem bagi hasil,” kata nelayan di Muara Baru Feri Irawan (42 tahun), Minggu (26/5).

Feri bersama nelayan lainnya baru tiba di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Nizam Zachman. Kapal ikan tempat bekerja melaut selama tiga bulan. Lokasi penangkapan berada di Samudera Hindia.

Kapal ikan 118 Gros Ton tersebut membawa hasil tangkapan sebanyak 70 ton. Dengan hasil tangkapan berupa cakalang, layang dan baby tuna.

Feri sudah 20 sebagai nelayan dengan pendapatan melalui sistem bagi hasil. Dirinya bertahan dengan sistem tersebut karena tidak ada pilihan pekerjaan lain.

“Saya sudah biasa di kapal ikan, tidak ada pilihan,” ujarnya.

Sebelum melaut, awak kapal memperoleh pinjaman Rp 2 juta. Setelah melaut, seringkali hasil yang diperoleh hanya cukup untuk melunasi utang. Padahal, mereka melaut selama tiga bulan.

Nelayan masih memperoleh tambahan penghasilan dari hasil tangkapan ikan dengan memancing, seperti cakalang. Namun ini tidak seberapa. Itu sebabnya, nelayan ini sering berpindah-pindah kapal ikan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Awak Kapal PerikananIOM IndonesiaNelayan Buruh
Bagikan44Tweet17KirimKirim
Previous Post

Kekerasan Fisik, Asuransi dan Kesehatan Kerja di Kapal Perikanan Indonesia

Next Post

Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Postingan Terkait

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

27 Agustus 2026
Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

27 Agustus 2026

Topan Saudel di Laut Cina Timur Mendekati Wenzhou di Pesisir Zhejiang

Mahasiswa UNG Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Gorontalo

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

Korban Tewas Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet Bertambah Menjadi 160 Orang, Ratusan Wisatawan Hilang

Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, PBB Respon Cepat untuk Dukungan Bantuan

Next Post
Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Aplikasi Internet Hasilkan Nilai Tambah bagi Nelayan

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Bandang Dahsyat Himalaya, Sekjen PBB Sampaikan Solidaritas Bagi Korban dan Keluarga

Struktur Kimia Sabun, Dari Eco Enzyme Menjadi Produk Bernilai

Topan Saudel di Laut Cina Timur Mendekati Wenzhou di Pesisir Zhejiang

Mahasiswa UNG Gelar Cek Kesehatan Gratis di Kabupaten Gorontalo

Runtuhnya Gletser Himalaya Memicu Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, Lebih Dari 1.300 Orang Hilang, 168 Tewas

Topan Saudel di Laut Cina Timur Diperkirakan Akan Mendarat di Pesisir Zhejiang

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini Kemasan Makanan Terbuat Dari Rumput Laut

Indonesia Galang Dukungan Sebagai Anggota Dewan IMO Periode 2020-2021

Gerakan Bersih Pantai di Labuan Bajo

Kasus Sampah Plastik di Perut Paus Sperma di Indonesia, Spanyol dan Jerman

Berada di Garis Khatulistiwa Indonesia Rentan Jatuhnya Sampah Antariksa

Dr Abdulla Al Mandous Terpilih Sebagai Presiden Organisasi Meteorologi Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.