Kamis, April 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Penangkap Ikan Tuna di Gorontalo Tak Lagi ke Laut Maluku

redaksi
24 Januari 2019
Kategori : Berita
0
Perahu penangkap ikan tuna

Perahu yang digunakan nelayan penangkap ikan tuna di Tanjung Keramat, Kota Gorontalo. FOTO: DARILAUT.ID

Gorontalo – Nelayan penangkap ikan tuna di Gorontalo tak lagi ke Laut Maluku. Dalam tiga tahun terakhir, ikan tuna sudah dapat ditangkap di Teluk Tomini.

“Tuna sudah tidak mengenal musim, barat dan timur ada,” kata Ramli Harmain, Kamis (24/1).

Ramli (53 tahun) adalah penangkap ikan tuna dari Kelurahan Tanjung Keramat, Kota Gorontalo. Semua nelayan di Tanjung Keramat spesialis penangkap tuna. Ditempat ini terdapat 700 nelayan khusus menangkap ikan tuna.

Menurut Ramli, sebelumnya ikan tuna masuk di Teluk Tomini di semua musim. Kemudian, dalam beberapa tahun, tuna hanya bisa ditangkap pada musim barat, itu pun terbatas hanya tiga atau empat bulan.

Setelah itu, nelayan Gorontalo menangkap tuna ke Laut Maluku. “Ikan tuna sudah masuk lagi ke Teluk Tomini, kami tidak lagi ke Pangalasea,” ujar Ramli.

Harga tuna di Gorontalo untuk grade C ukuran 20 sampai 29 kilogram Rp 37 ribu, sedangkan grade A dan B di atas 30 kilo gram Rp 52 ribu.

Di Gorontalo, umumnya menangkap ikan tuna dengan menggunakan pancing. Perahu yang digunakan dengan mesin katinting dan motor tempel.

Ikan tuna sirip kuning (yellowfin tuna) ini dengan nama lokal bukurasi. Populasi Ikan madidihang ini paling banyak di Teluk Tomini, mulai bulan Agustus hingga Desember. Jumlah ikan ini kemudian menurun, namun, tetap ada hasil tangkapan tuna.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: gorontalonelayan tradisionalTuna
Bagikan42Tweet5KirimKirim
Previous Post

Perlindungan Spesies Hiu Berjalan

Next Post

Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut

Postingan Terkait

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

15 April 2026
AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

15 April 2026

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Topan Super Sinlaku Bawa Angin Kencang dan Gelombang Tinggi di Kepulauan Mariana Utara

Bibit Siklon Tropis 92S Berada di Dekat Kepulauan Cocos (Keeling)

Next Post
Selat Sunda

Indonesia Negara Pertama di Dunia yang Memiliki Bagan Pemisahan Alur Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Fakultas Kedokteran UNG Masuk 50 Perguruan Tinggi Hasil Uji Kompetensi Mahasiswa Terbaik

AMSI dan Universitas Atmajaya Yogyakarta Kerja Sama Mendorong Ekosistem Informasi yang Sehat

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

AmsiNews

REKOMENDASI

Plastik, Penyakit Lingkungan yang Paling Mendesak

Geopolimer untuk Pemecah Gelombang dan Struktur Bawah Laut

Beijing Mengalami Curah Hujan Terberat Dalam 140 Tahun

Kemendikbudristek Beri Penguatan, Selangkah Lagi UNG Menjadi PTN-BH

Mendorong Transisi Energi Terbarukan

Banjir Sukabumi, 2 Warga Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.