“Peran guru BK kini semakin strategis. Di tengah tantangan kecanduan gawai, isolasi sosial, hingga rendahnya daya resiliensi generasi muda, guru BK harus menjadi sosok yang adaptif dan professional,” kata Prof. Arwildayanto.
“BK bukan lagi layanan tambahan, melainkan jantung dari pendampingan perkembangan siswa secara utuh.”
Melalui workshop ini, Prof. Arwildayanto berharap guru-guru BK di Gorontalo semakin terampil dalam merespons persoalan psikis siswa di era digital yang semakin kompleks.
Dengan penguatan kapabilitas ini, diharapkan tercipta ekosistem sekolah yang lebih sehat secara mental dan mampu menghasilkan generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman, kata Prof. Arwildayanto.
Sejumlah materi strategis disajikan dalam workshop ini, antara lain materi mengenai Urgensi Layanan Bimbingan dan Konseling di Pendidikan Usia Dini, materi tentang Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Dasar, dan materi Strategi dan Metode Layanan BK di Pendidikan Menengah.
Workshop dilanjutkan dengan Pelatihan Pelaksanaan Layanan Konseling Individual, dengan penekanan pada praktik langsung dan penerapan layanan konseling.




