“Ini merupakan hasil dari proses pendampingan yang sudah kita jalankan sejak 2015 bersama organisasi non pemerintah Burung Indonesia, Rikolto Indonesia dan pemerintah daerah beserta para pihak yang telah mendukung dan terlibat,” kata Diko.
Tak hanya itu, kata Diko, hutan yang masih terjaga, keanekaragaman hayati serta didukung oleh komitmen penuh para petani Taluditi membuat komoditas andalan Pohuwato itu berkualitas tinggi dan cita rasa khusus (speciality).
Selanjutnya, menurut lembaga pusat penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, layak untuk mewakili Indonesia di pentas dunia.
“Ini juga tidak lepas dari komitmen yang tinggi petani Taluditi yang mempraktikkan pertanian berkelanjutan, serta hutan dan keanekaragaman hayati yang masih terjaga membuat biji kakao dihasilkan memiliki keunikan dan cita rasa yang berbeda,” ujar Diko.
Dalam Cocoa Of Excellence 2023 nanti, akan memilih 50 besar kakao terbaik dari berbagai negara yang hasil seleksinya akan dipublikasikan pada September sampai Desember nanti di Itali.
“Kami berharap, pertama, kakao Gorontalo masuk dalam 50 kakao terbaik dan dapat mengharumkan kakao Indonesia di kancah internasional,” katanya.
“Kedua, pemerintah daerah khususnya beberapa dinas terkait dapat terus meningkatkan dukungan yang lebih konkret untuk memperkuat pembangunan budidaya kakao dari hulu hingga hilir.”





Komentar tentang post