“Jika kematian mereka adalah kejahatan terhadap alam, maka pasti itu juga merupakan kejahatan terhadap kepentingan terbaik umat manusia,” tulis Duta Besar Thomson memperingatkan.
Menurut Thomson dalam berbagi tantangan yang dihadapi masyarakat pesisir, tidak diragukan lagi Global Mangrove Alliance akan memberikan peran penting dalam Dekade Restorasi Ekosistem PBB dan Dekade Ilmu Kelautan PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan. Keduanya sedang berlangsung tahun ini.
“Melestarikan dan merestorasi mangrove dalam skala besar bergantung pada kolaborasi, dan kemitraan inovatif seperti ini sangat penting untuk memenuhi tantangan global. Dengan secara langsung menghubungkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat lokal dan adat, dengan ilmu pengetahuan mutakhir, bersama-sama kita dapat membantu mendorong kebijakan nasional dan internasional yang paling maju,” kata Thomson.
Sementara itu, Spesialis Utama Kelautan WWF, Karen Douthwaite, mengatakan, publikasi ini telah mengangkat suara masyarakat pesisir, yang seringkali paling dirugikan dari hilangnya mangrove tetapi juga paling banyak berkontribusi terhadap pengelolaan dan restorasi mangrove jangka panjang.
“Komunitas-komunitas telah membangun banyak pengetahuan tentang bagaimana mengelola, melindungi, dan merestorasi mangrove. Dengan bekerja sama dengan masyarakat, kami dapat menjaga dan memulihkan hutan bakau dunia dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir,” kata Karen.





Komentar tentang post