Segera setelah gempa terjadi, gambar yang dibagikan secara online menunjukkan orang-orang berlarian dan berteriak di dekat Masjid Koutoubia abad ke-12 di Marrakesh, salah satu landmark kota yang paling terkenal.
Media Maroko melaporkan bahwa masjid tersebut mengalami kerusakan, namun luasnya belum jelas.
Menara setinggi 69 meter (226 kaki) dikenal sebagai “atap Marrakesh.”
Warga Maroko juga mengunggah video yang menunjukkan bagian tembok merah terkenal yang mengelilingi kota tua di Marrakesh, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, rusak.
Abderrahim Ait Daoud, kepala kota Talat N’Yaaqoub, mengatakan pihak berwenang berupaya membersihkan jalan di Provinsi Al Haouz untuk memungkinkan lewatnya ambulans dan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak.
Namun jarak yang jauh antara desa-desa pegunungan berarti perlu waktu untuk mempelajari sejauh mana kerusakannya.
Media lokal melaporkan bahwa jalan-jalan menuju kawasan pegunungan di sekitar pusat gempa dipenuhi kendaraan dan diblokir oleh bebatuan yang runtuh, sehingga memperlambat upaya penyelamatan.
Survei Geologi AS mengatakan gempa tersebut berkekuatan awal 6,8 skala Richter ketika terjadi pada pukul 23:11 waktu setempat, dengan guncangan yang berlangsung beberapa detik. Badan AS tersebut melaporkan gempa susulan berkekuatan 4,9 terjadi 19 menit kemudian.





Komentar tentang post