Pejabat pendidikan itu mengatakan keselamatan dan mental siswa harus diprioritaskan sebelum dimulainya kembali kelas. Yang pertama dan terpenting di sini adalah trauma anak-anak, ini yang diprioritaskan.
Untuk sekolah yang rusak, metode penyampaian alternatif (ADM) pembelajaran akan diterapkan pada jangka waktu yang sesuai.
Sekolah juga dapat memilih kelas tambahan jika ADM (Academic Development Measures) tidak berlaku karena tidak tersedianya listrik, air, dan internet.
Berdasarkan penilaian cepat lembaga tersebut, lebih dari 1.000 ruang kelas mengalami kerusakan ringan hingga total.
Pada hari Senin, sebuah video bangunan sekolah yang runtuh di Sekolah Menengah Atas Nasional Matanao menjadi viral di internet saat gempa dahsyat mengguncang sebagian Mindanao.
“Bangunan itu sudah dinyatakan tidak layak huni, makanya tidak ada yang menggunakannya. Berdasarkan laporan, tidak ada siswa di dalam bangunan itu,” kata Garma.
Menurut Garma, infrastruktur sekolah yang mengalami kerusakan besar atau total sudah memiliki “integritas struktural yang terganggu” dan akan dibongkar.
Sementara itu, Garma mengakui kesiapan para guru sekolah negeri karena mereka memprioritaskan keselamatan siswa selama gempa bumi.
Menteri Pendidikan Filipina Sonny Angara menyampaikan pesan sambil mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru atas tindakan protektifnya.




