Jakarta – Sebanyak 64 persen kontribusi perikanan tangkap di Provinsi Jawa Barat berasal dari Kabupaten Indramayu. Karena itu, pencatatan hasil tangkapan sangat penting untuk manajemen perikanan di Indramayu, terutama dalam penetuan alokasi.
“Saat ini Indramayu menyumbang 64 persen dari total produksi perikanan tangkap di Jawa Barat,” kata Kepala Dinas Perikanan Indramayu, Ir H Abdul Rasyid Hakim, saat membuka kegiatan sosalisasi dan rapid assessment Senin (16/9).
Kegiatan ini kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Food Agriculture Organization (FAO) untuk meningkatkan pencatatan hasil tangkapan ikan oleh nelayan skala kecil. Kegiatan dilaksnakan di PPI Karangsong dan Indramayu.
KKP dan FAO melaksanakan program implementation of capture fisheries logbook for coastal and small scale fisheries. Kegiatan ini diikuti nelayan, nakhoda dan pemilik kapal.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan Imas Masria, Plt Direktur Pengelolaan Sumberdaya Ikan Syahril Abdul Raup dan Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Moh Abdi Suhufan.
Menurut Syahril, jumlah kapal yang mengaplikasikan e-logbook di PPI Karangsong masih sangat rendah. “Dari sekitar 500an kapal ukuran di atas 30 GT yang izinnya oleh KKP, baru sekitar 52 kapal yang menggunakan dan mengaktifkan e-logbook,” kata Syahrir.





Komentar tentang post