Uni Eropa (UE) baru-baru ini memperingatkan bahwa krisis kebakaran hutan bergerak ke arah timur, dengan Yunani dan Italia menghadapi peningkatan risiko karena panas, kekeringan, dan angin kencang terus berlanjut hingga awal Agustus.
Situasi di seberang Atlantik sama parahnya. Amerika Serikat telah mencatat sekitar 1.849.000 hektar lahan terbakar sejauh tahun ini, sementara Kanada telah mengalami lebih dari 4.000 kebakaran hutan yang telah membakar 3.770.000 hektar dan puluhan kebakaran besar masih belum terkendali.
Meskipun kebakaran hutan sering diukur dalam jumlah hektar yang terbakar, dampak manusia meluas jauh melampaui tepi hutan.
Rumah, infrastruktur, dan mata pencaharian dapat hilang dan seluruh komunitas terpaksa mengungsi dalam waktu singkat. Selain itu, asap dapat menyebar ratusan atau bahkan ribuan kilometer, memengaruhi kualitas udara dan orang-orang yang berada jauh.
Kerugian ekonomi juga meningkat. Di Uni Eropa saja, kebakaran hutan diperkirakan menelan biaya sekitar 2,5 miliar Euro setiap tahunnya melalui kerusakan infrastruktur, hilangnya pendapatan pariwisata, dan gangguan terhadap perekonomian secara luas.
Bahkan setelah api padam, masyarakat harus menghadapi degradasi ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan produktivitas pertanian, dampak kesehatan, dan restorasi yang mahal.




