Keikutsertaan mahasiswa dalam ajang South Korea Cultural Mission 2026 menjadi bukti bahwa UNG tidak hanya berfokus pada penguatan akademik di dalam negeri, tetapi juga mendorong sivitas akademika untuk aktif berkolaborasi dan berkompetisi di tingkat internasional.
Melalui diplomasi budaya seperti ini, mahasiswa menjadi duta yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat reputasi UNG sebagai perguruan tinggi yang semakin berdaya saing global, kata Prof. Nonny.
Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Herson Kadir, mengatakan keberhasilan Tim Dulohupa tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mahasiswa dan fakultas, tetapi juga memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian kinerja Universitas Negeri Gorontalo, khususnya pada aspek Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan.
Keikutsertaan Tim Dulohupa dalam ajang South Korea Cultural Mission 2026 menunjukkan kualitas mahasiswa FSB UNG yang mampu bersaing di tingkat global. Hal ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama universitas, terutama pada peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat internasional.
Selain itu, kata Herson, prestasi ini menjadi nilai tambah dalam penguatan kinerja Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pengukuran kualitas pembinaan kemahasiswaan di perguruan tinggi.




