Selain itu, eksplorasi budaya Seoul, kunjungan akademik ke Dongguk University dan Yonsei University, hingga forum jejaring dengan delegasi budaya dari berbagai negara.
Ketua Jurusan Pendidikan Sendratasik FSB UNG, Dr. La Ode Karlan, mengatakan, pencapaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Sendratasik memiliki kualitas seni, kreativitas, dan kemampuan representasi budaya yang mampu bersaing di tingkat global.
Menurut Karlan keberhasilan Tim Dulohupa merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kecintaan mereka terhadap seni budaya Indonesia. Kesempatan ini bukan hanya menjadi kebanggaan Jurusan Sendratasik, tetapi juga ”menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas budaya Gorontalo dan Indonesia kepada masyarakat internasional,” ujarnya.
”Kami berharap mereka dapat tampil maksimal dan menjadi duta budaya yang menginspirasi.”
Dekan Fakultas Sastra dan Budaya UNG, Prof. Nonny Basalama, Ph.D, menjelaskan bahwa keberhasilan Tim Dulohupa sejalan dengan komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam memperkuat program internasionalisasi di berbagai bidang, khususnya pendidikan, penelitian, dan pertukaran budaya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa pada forum internasional menjadi salah satu indikator bahwa UNG terus membuka ruang kolaborasi global sekaligus meningkatkan rekognisi institusi di tingkat dunia.




