Sekretaris Jendral Kementeriaan ESDM, Ego Syahrial, Ph.D mewakili Menteri ESDM menyampaikan fokus Predsidensi G20 terletak pada tiga isu utama, yaitu kesehatan global yang inklusif, tranformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi yang berkelanjutan.
“Kebijakan nasional saat ini adalah melaksanakan transisi energi, yaitu dari energi fosil menuju energi yang lebih bersih, minim emisi dan ramah lingkungan terutama kita fokus dalam pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dr. (HC). Airlangga Hartanto, sebagai pembicara kunci, mengatakan hasil kerja sama dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan di masa pandemi Covid-19.
“Pertumbuhan ekonomi di kuartal ke empat mencapai 5,02% dan berbagai sektor sudah kembali seperti di sektor manufaktur yang indeksnya sepanjang bulan Oktober sampai Desember di atas 50,” ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan, hal ini tidak terlepas dari supply energi yang tersedia dan saat ini energi terbesar adalah energi berbasis fosil. Selain itu, pembangunan ekonomi akan meningkatkan permintaan energi, sehingga pemerintah sudah membuat bauran energi dengan target energi yang terbarukan 23% di tahun 2025.
Seminar ini diharapkan dapat memberi masukan dan rekomendasi untuk penyusunan komunike bersama G20. Antara lain untuk penguatan kerja sama dan sinergi antar pemerintah, akademisi dan industri untuk menciptakan ekosistem transisi energi yang optimal, sehingga dapat membawa transisi energi sebagai momentum kebangkitan dan kemandirian industri energi nasional.





Komentar tentang post