Sabtu, September 26, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

7.400 Orang Tewas dan Hilang Akibat “Tsunami Himalaya” PM Nepal Sampaikan Peringatan Keras Soal Iklim

redaksi
26 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Banjir Dahsyat di Nepal dan Tibet, PBB Respon Cepat untuk Dukungan Bantuan

Bangunan-bangunan terendam lumpur akibat banjir bandang di distrik Rasuwa, Nepal bagian tengah-utara. FOTO: UNICEF/UN

Keadilan Iklim

Shah mengatakan bahwa pemanasan iklim telah mengganggu stabilitas ekosistem Himalaya; mencairnya lapisan tanah beku abadi (permafrost) menyebabkan lereng gunung menjadi tidak stabil serta meningkatkan risiko longsoran salju, banjir, dan tanah longsor.

Dampak kehancuran tersebut meluas hingga melintasi perbatasan Nepal dengan Tiongkok serta ke arah hilir menuju India.

“Perubahan iklim tidak mengenal batas negara. Gletser dan banjir tidak bergerak membawa visa yang dicap pada paspor.”

Nepal menyumbang kurang dari 0,1 persen emisi gas rumah kaca (GRK) global, namun bencana terus-menerus menghancurkan infrastruktur serta mata pencaharian, dan memaksa negara tersebut untuk berutang demi melakukan pembangunan kembali.

“Keadilan iklim tidak boleh hanya menjadi frasa indah dalam dokumen Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Perdana Menteri mengusulkan pembentukan Mekanisme Ketahanan Iklim Himalaya yang dipimpin oleh Nepal, India, dan Tiongkok. Mekanisme ini bertujuan untuk berbagi data satelit dan keahlian, memantau danau glasial yang berbahaya, memperkuat sistem peringatan dini, serta mengoordinasikan bantuan bencana lintas batas.

Ia juga menyerukan peningkatan pendanaan iklim berbasis hibah, dengan alasan bahwa Dana Kerugian dan Kerusakan (Loss and Damage Fund), Fasilitas Lingkungan Global (Global Environment Facility), dan mekanisme lainnya masih “sangat tidak memadai”.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: Bencana Geologis HimalayaEkosistem Pegunungan HimalayaNepalWorld Weather Attribution
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Waspada Fenomena Harvest Moon yang Berpotensi Naiknya Permukaan Air Laut

Postingan Terkait

Waspada Fenomena Harvest Moon yang Berpotensi Naiknya Permukaan Air Laut

Waspada Fenomena Harvest Moon yang Berpotensi Naiknya Permukaan Air Laut

26 September 2026
Malam Ini Harvest Moon, Piringan Bulan Bulat Utuh dan Terang

Malam Ini Harvest Moon, Piringan Bulan Bulat Utuh dan Terang

26 September 2026

Badai Tropis Surigae Menguat di Laut Filipina

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Naiknya Permukaan Laut Mengancam Rumah, Sistem Pangan dan Infrastruktur

Para Pemimpin Dunia Setuju Deklarasi Untuk Mengatasi Kenaikan Permukaan Laut

Kenaikan Permukaan Laut Kian Cepat

TERBARU

7.400 Orang Tewas dan Hilang Akibat “Tsunami Himalaya” PM Nepal Sampaikan Peringatan Keras Soal Iklim

Waspada Fenomena Harvest Moon yang Berpotensi Naiknya Permukaan Air Laut

Malam Ini Harvest Moon, Piringan Bulan Bulat Utuh dan Terang

Badai Tropis Surigae Menguat di Laut Filipina

KKN UNG di Huangobotu Berfokus pada Pemasaran Produk Olahan Hasil Perikanan

Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

KRI Rigel Temukan Sinyal yang Diduga Kuat Dari Kotak Hitam

Perubahan Iklim Berdampak Negatif Bagi Masyarakat Pesisir

Depresi Tropis Berada di Dekat Taiwan

Sadis, Dugong Dipenggal, Daging Dijual Rp 30 Ribu per Kilogram

Kapolda Gorontalo Silaturahmi dengan Organisasi Pers

YKAN dan KKP Wujudkan Sistem Perikanan Digital Terpadu untuk Asia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.