“Saat rumah sedang terbakar, kita tidak meminta keluarga penghuninya untuk mengisi lima puluh formulir. Kita langsung bertindak,” ujarnya.
Sistem Logistik Pangan
Memperluas cakupan pidatonya, Shah menyoroti bagaimana kerentanan terhadap iklim memperparah ketimpangan dalam sistem internasional; negara-negara miskin menghadapi gangguan akibat konflik dan keputusan yang berada di luar kendali mereka.
Ia membandingkan kelangkaan pupuk, bahan bakar, dan material pembangunan jalan di Nepal dengan betapa cepatnya persenjataan berpindah dari satu tempat ke tempat lain di dunia.
“Kita telah membangun dunia dengan sistem logistik perang yang sempurna, namun sistem logistik pangan yang kacau,” katanya.
Negara-negara seperti Nepal menghadapi situasi sulit serupa: “terdampak oleh perubahan iklim yang bukan kita sebabkan, dan kembali terpukul oleh perang yang tidak kita mulai.”
Shah menegaskan bahwa kegagalan-kegagalan tersebut justru memperkuat, bukan melemahkan, komitmen Nepal terhadap multilateralisme.
“Inilah sebabnya kami terus meyakini multilateralisme,” ujarnya. “Inilah sebabnya kita membutuhkan Perserikatan Bangsa-Bangsa di mana kehadiran negara-negara kecil dan miskin turut diperhitungkan, dan kita dapat bekerja sama demi mencapai hasil yang berkeadilan.”




