Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Adu Pengaruh di Laut Natuna Utara

redaksi
1 Februari 2022
Kategori : Berita
0
Seluruh Awak KM Bandar Nelayan 188 Selamat, Berhasil Dievakuasi Kapal Ikan Jepang

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Edy mengatakan strategi Amerika Serikat adalah beraliansi bilateral maupun multilateral dengan negara-negara besar dan konsepsi yang military heavy. China menekankan pragmatisme hubungan ekonomi, kerja sama pembangunan infrastruktur, dukungan politik serta penguatan militer di Laut Natuna Utara.

Dosen Seskoal Laksamana Pertama TNI Judijanto menjelaskan pada Januari 2020 puluhan kapal ikan milik China yang dikawal dengan kapal penjaga pantai dan kapal fregat pemerintah China, menerobos masuk ke wilayah ZEE lndonesia di perairan Laut Natuna Utara.

Selain itu, situasi rawan konflik Laut Natuna Utara, meningkat hingga menuju titik krisis karena negara-negara di kawasan yang menentang klaim sepihak dari China, akan berlomba meningkatkan kekuatan pertahanan militernya.

“Dominasi China atas wilayah Laut Natuna Utara dapat membantu China melakukan satu atau lebih hal, seperti mengendalikan operasi penangkapan ikan dan kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Laut Natuna Utara serta memaksa, mengintimidasi, maupun memberikan tekanan politik kepada negara lain yang berbatasan dengan Laut Natuna Utara,” kata Judijanto.

Judijanto mengatakan ada beberapa fakta permasalahan yang masih terjadi di perairan Natuna Utara, di antaranya belum terselesaikannya konflik terkait ZEE dan landasan kontinen, adanya kegiatan penangkapan ikan, serta China melakukan protes terhadap kegiatan eksplorasi migas Indonesia.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: kawasan perbatasanLaut China SelatanLaut Natuna UtaraUniversitas Indonesia
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Waspada Kecepatan Angin dan Gelombang Tinggi di Awal Februari

Next Post

Apa Saja yang Terkait dengan Varian Omicron?

Postingan Terkait

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

21 April 2026
Waspada Cuaca Ekstrem Berupa Peningkatan Curah Hujan dan Angin Kencang Hari Ini Hingga 16 Februari

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

21 April 2026

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Next Post
Apa Saja yang Terkait dengan Varian Omicron?

Apa Saja yang Terkait dengan Varian Omicron?

Komentar tentang post

TERBARU

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

Papan Informasi Wisata yang Buruk Dapat Merusak Citra Destinasi

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

UNG Perkuat Tata Kelola Kelembagaan, Anggota BPK RI: Pemanfaatan Aset Harus Optimal

Kapal Murah Rejeki Terbakar di Batu Ampar, Batam

Pascabanjir Banyak Sampah Menumpuk dan Berserakan di Kota Gorontalo

WMO: 2024 Tahun Terpanas

Perjumpaan Ahli Biologi Kelautan dengan Gurita Selimut Langka

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.