Agung yang juga anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) ini sebelumnya telah terlibat didalam pembuatan beberapa Pedoman Teknis Monitoring Mikroplastik baik itu di air maupun dan sedimen.

Seperti ditulis umrah.ac.id, dalam kapasitasnya sebagai Dekan FIKP UMRAH, Agung terus mempromosikan Kepulauan Riau sebagai lokus riset untuk pengembangan keilmuan di bidang Kelautan, Perikanan dan Kemaritiman.
Beberapa hasil lobby yang harus ditindaklanjuti adalah adanya peluang beasiswa bagi para dosen di UMRAH, calon mahasiswa program S3 pada East China Normal University (China), tentunya dalam bidang terkait dengan kimia dan biologi kelautan.
Agung yang memperoleh gelar Ph.D dalam bidang Kimia Analitik dari Universitas Aix Marseille, memberi masukan dari perspektif kimia analitik dan juga mempromosikan alat sampling CetoRhiNet hasil invensinya yang didesain khusus untuk melakukan pengambilan sampel mikroplastik secara simultan yang saat ini sedang dalam proses validasi Paten.
Hasil guidelines dari Expert Meeting ini direncanakan terbit pada Mei 2019 dan akan digunakan peneliti-peneliti Jepang, serta peneliti dari negara-negara sahabat Jepang yang memiliki kerjasama riset mikroplastik.
Jepang merencanakan pada 2020 akan melakukan ekspedisi dan kerjasama dengan peneliti-peneliti Indonesia dalam kajian mikroplastik.





Komentar tentang post