Riyanto mengatakan bahaya ghost gear berjenis bottom gillnet ditemukan menjadi faktor utama peningkatan cemaran laut. Penelitian di tahun 2015-2019 menunjukkan bahwa temuan ghost gear cenderung meningkat.
Oleh karena itu, upaya khusus penanggulangan ghost gear harus segera diberlakukan, mulai dari standarisasi gear making dan penerapan teknologi modern untuk meminimalisir terjadinya ghost gear.
Tindakan mitigasi seperti penggunaan biodegradable material untuk mengurangi ghost fishing dan tindakan kuratif berupa pembersihan alat tangkap juga patut diterapkan.
“Kita harus perhatian terhadap permasalahan debris, upaya terstrukur untuk pencegahan dan monitoring perlu dilakukan. Para peneliti juga harus mengambil peran untuk mengatasi permasalahan tersebut,” katanya.
Terkait limbah plastik, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Andi Rusandi, mengatakan limbah plastik tersebut telah menjadi tantangan dalam pengelolaan konservasi. Proyeksi timbulan sampah darat di tahun 2025 dikhawatirkan bisa mencapai 71,3 juta ton apabila tidak ada aksi nyata.





Komentar tentang post