Dengan kata lain, sekitar 69 persen dari pencapaian target NDC Indonesia adalah sektor kehutanan yang luasnya mencapai 94,1 juta hektare.
Menurut Belinda, bekerja dengan alam adalah strategi yang paling pas dengan modalitas yang dimiliki Indonesia.
Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Herlina Hartanto, mengatakan, YKAN mendukung upaya KLHK untuk mencapai NDC melalui kajian-kajian ilmiah untuk mengetahui strategi yang memiliki potensi mitigasi terbesar sekaligus efektif biaya.
Analisa biaya ini penting karena upaya mitigasi memerlukan biaya yang tidak sedikit dan masih besarnya kesenjangan dari sisi pendanaan untuk memenuhi target penurunan emisi Indonesia di tahun 2030.
Menurut Herlina, solusi iklim alami merupakan serangkaian upaya mitigasi berbasis alam yang mencakup perlindungan hutan dan lahan basah, perbaikan pengelolaan hutan, serta restorasi ekosistem hutan, gambut, dan mangrove.
Indonesia bersama tiga negara tropis lainnya (Brasil, Kongo dan India) dapat menyumbang lebih dari setengah dari potensi penurunan emisi. Indonesia sendiri memiliki potensi terbesar, dengan kemampuannya menekan emisi karbon sekitar 1,4 Gton CO2e/tahun.
Nara sumber lain dalam diskusi “Solusi Iklim dari Alam untuk Alam” ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur Ence Ahmad Rafiddin Rizal.





Komentar tentang post