Jakarta – Ahli oseanografi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Widodo S Pranowo mengatakan, Aldi Novel Adilang yang hanyut selama 49 hari mempunyai karakter untuk bertahan di laut. “Dia (Aldi) sangat tenang, di laut sangat diperlukan ketenangan,” kata Widodo, saat dialog dengan Metro TV, Kamis (27/9) pagi.
Menurut Widodo, untuk kasus seperti ini harus dapat menguasai diri. Rumpon yang hanyut ini terbuat dari bambu dan cukup fleksibel di laut.
Widodo mengatakan, di lokasi hanyutnya Aldi ini terdapat fenomena kolom air hangat. Di perairan seperti ini, biasanya terdapat ikan pelagis, seperti cakalang. Ikan cakalang bisa dimakan mentah.
Peristiwa hanyutnya Aldi ini menjadi pelajaran bagi pengambil kebijakan dan pengusaha perikanan. Bagi pengusaha perikanan, perlu membekali penjaga rumpon dengan obat-obatan, GPS (Global Positioning System) dan batterei accu. Telepon genggam tidak berfungsi bila jauh dari daratan.
Widodo merekomendasikan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP dengan difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang kemaritiman mengatur regulasi terkait dengan keselamatan di laut. Rumpon bukan hanya di perairan Sulawesi Utara, tapi juga di perairan lain di Indonesia.
“Penjaga rumpun dan nelayan harus ada asuransi,” kata Widodo yang juga Ketua Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Pusat Riset Kelautan KKP ini.
Pada 31 Agustus 2018, kapal tanker MV Arpeggio berbendera Panama menemukan Aldi Novel Adilang dan rumpon di perairan Guam setelah menerima panggilan Aldi melalui radio panggil. Kapten kapal MV Narciso V Santillan (asal Filipina) kemudian menghubungi Coast Guard Guam.
Aldi hanyut selama 49 hari di laut lepas. KJRI Osaka mulai mempersiapkan proses kepulangan Aldi ke Indonesia. Termasuk memastikan kewarganegaraan dan alamat keluarga Aldi di Indonesia melalui pihak-pihak terkait di Manado.
Aldi berangkat ke Jakarta dengan jadwal penerbangan Garuda Indonesia 8 September 2018 pukul 11.45 JST. KJRI Osaka memfasilitasi kepulangan Aldi dari Jakarta ke Manado.*
Komentar tentang post