Darilaut – Lebih dari 17 juta orang telah terkena dampak gempa bumi dahsyat di Myanmar pada Jumat (28/3) pekan lalu. Gempa sangat kuat ini telah merenggut lebih dari 3.000 nyawa dan membuat jutaan orang sangat membutuhkan bantuan.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan akses kemanusiaan segera dan tidak terbatas ke Myanmar, Kamis (3/4).
Berbicara kepada wartawan di Markas Besar PBB di New York, Guterres memperingatkan bahwa gempa bumi telah “meningkatkan penderitaan”.
“Myanmar hari ini adalah tempat kehancuran dan keputusasaan total,” kata Guterres mengutip siaran pers PBB.
Menurut Guterres sebelum bencana negara itu bergulat dengan kekacauan politik, pelanggaran hak asasi manusia dan situasi kemanusiaan yang memburuk.
“Kami membutuhkan tindakan cepat di beberapa bidang,” katanya.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), melaporkan lebih dari 17 juta orang telah terkena dampak gempa bumi, dengan hampir sembilan juta mengalami tingkat kehancuran tertinggi.
Lebih dari 370 orang masih hilang, sementara ribuan lainnya terluka. Sistem telekomunikasi, listrik, dan pasokan air telah runtuh di daerah yang paling terkena dampak, meninggalkan para penyintas tanpa kebutuhan dasar dan kemanusiaan berjuang untuk menjangkau mereka.