Kapus Litbang Antar Moda Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Yugihartiman mengatakan, perlunya penerapan kebijakan program Tol Laut ke depan berbasis riset. Pihaknya sudah dan sedang menyiapkan berbagai evaluasi dan kajian yang nantinya bermanfaat bagi perbaikan dan pengembangan konektivitas program Tol Laut dengan moda yang lain.
Dalam rangkaian Dialog Strategis, Ditjen Perhubungan Laut dan Badan Pengembangan SDM Kemenhub menandatangani Komitmen bersama penempatan Taruna Praktek Laut (Prala) di kapal-kapal armada Tol Laut dan Kapal-kapal Asing yang mengajukan Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA).
Capt Wisnu mengatakan, komitmen kerjasama ke depan perlu dikelola dengan lebih baik mengingat kapal negara yang digunakan dalam program Tol Laut dan Keperintisan berjumlah 156 kapal dan tidak kurang 15 kapal IPKA dalam tanggung jawab pengawasan Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut.
“Jika satu kapal bisa menerima 2 orang Taruna Prala, berapa banyak Taruna yang bisa kita fasilitasi untuk praktek di kapal nantinya,” kata Wisnu.
Dialog Strategis ini ditutup Prof Wihana mewakili Menteri Perhubungan. Menurut Wihana, program tol laut bukan hanya milik Kementerian Perhubungan. Kementerian Perhubungan sebagai Leading Sektor, sementara peran setiap pemerintah daerah untuk memastikan ada barang yang dikirim masuk keluar dari dan ke daerahnya sangatlah penting,





Komentar tentang post