Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menegaskan bahwa media digital memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi arus lalu lintas informasi di ruang digital.
“AMSI memiliki pengaruh besar terhadap opini publik dan lalu lintas internet,” ujarnya.
Karena itu, kami mendorong praktik publikasi yang bertanggung jawab dengan meminimalkan segala bentuk pemberitaan maupun penyebaran tautan yang mengarah pada layanan konten ilegal. Media tidak boleh menjadi jembatan yang mengantarkan pembaca ke situs pembajakan, kata Wahyu.
Jurnalisme Berbasis Data
Sebagai bagian dari kerja sama ini, media anggota AMSI berkomitmen untuk tidak mencantumkan nama merek, domain, maupun tautan eksplisit dari platform yang telah dinyatakan ilegal oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), maupun BPI.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, BPI dan AVISI akan menyediakan data, riset, dan informasi yang dapat dimanfaatkan media dalam menyusun laporan berbasis data mengenai tren konsumsi konten digital, dampak pembajakan, serta kerugian yang ditimbulkan bagi industri kreatif.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat praktik data-driven journalism sekaligus menghadirkan informasi yang lebih edukatif dan bernilai bagi masyarakat.




