Ketua Bidang Teknologi dan Informasi AMSI sekaligus CTO Tempo, Heru Tjatur, mengatakan pengembang AI (AI developer) membutuhkan data berkualitas tinggi dan akurat untuk melatih model mereka (training model) guna menghindari “halusinasi” atau ketidakakuratan informasi.
“Faktanya, infrastruktur media kini dibebani oleh aktivitas bot AI yang meningkat tajam, namun nilai konten kita lepas begitu saja. Lewat AMSINews.id, kita menyiapkan infrastruktur kolektif di mana pengembang AI dapat mengakses data akurat melalui jalur lisensi resmi. Ini adalah upaya agar media mendapatkan kompensasi yang adil atas karya jurnalistiknya,” kata Heru Tjatur.
Dalam sesi diskusi dipaparkan sejumlah manfaat penguatan AMSINews.id, baik bagi media anggota maupun bagi AMSI sebagai organisasi.
Bagi anggota, penguatan ini membuka peluang monetisasi arsip berita dalam format teks, foto, dan video sebagai dataset AI, memperkuat perlindungan hak cipta melalui pengaturan akses bot yang lebih ketat, serta menyediakan bantuan teknis untuk standarisasi format data.
Sementara bagi lembaga, AMSINews.id diharapkan dapat memperkuat peran AMSI dalam menegosiasikan hak cipta jurnalistik secara kolektif, serupa dengan konsep Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di industri musik.
Saat ini, AMSI tengah menjajaki kolaborasi teknis dengan platform internasional seperti Mozilla Data Collective (MDC) dan SyftBox (OpenMined).




