Desainer kapal menciptakan kapal shallow draft yang memiliki desain khusus untuk perairan di Indonesia. Misalnya, untuk kapal dengan ukuran 6500 DWT itu biasanya menggunakan draft 6 hingga 7 meter, namun untuk di Indonesia didesain hanya 4 sampai 4,5 meter.
Dengan keuntungan dapat mengurangi kemungkinan dead freight, manuver gerak kapal yang lebih bagus, dan lebih mudah memilih dan memanfaatkan kapasitas dok.
Namun memiliki keterbatasan, stabilitas kapal yang kurang sempurna dibandingkan dengan desain tanker normal yang sejenis dan memerlukan aspek desain yang lebih untuk diperoleh hasil yang maksimal.
Untuk mendesain dasar pembuatan kapal tanker, kata Handiyana, terdapat beberapa pertimbangan. Di antaranya yaitu kondisi perairan dan kolam pelabuhan, kapasitas produksi kilang, fasilitas tangki timbun di darat, serta jumlah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
“Selain itu, kondisi daerah setempat, peraturan yang telah dan akan berlaku, kapasitas galangan, tren desain serta teknologi perkapalan, juga menjadi pertimbangan,” katanya.
Dalam pembuatan kapal selalu berhubungan dengan Light Weight Ton (LWT) dan Dead Weight Ton (DWT) dengan satuan Displacement yaitu jumlah air yang dipindahkan oleh berat, bentuk dan kulit badan kapal.
Adapun komponen LWT adalah bagian-bagian kapal yang tidak bisa bergerak, misalnya seperti baja kapal, outfit, akomodasi dan instalasi permesinan. Komponen DWT adalah bagian kapal yang memiliki berat berubah-ubah, seperti makanan atau logistik, kargo, bahan bakar, air tawar, kru kapal, dan bagasi kapal.





Komentar tentang post