Selain itu, anggrek Paphiopedilum merupakan genus anggrek terbanyak (total 15 spesies) yang masuk ke dalam daftar anggrek dilindungi berdasarkan PerMen LHK No.106 tahun 2018.
Indonesia memiliki sekitar 38 spesies Paphiopedilum yang tersebar dari Sumatera hingga Papua.
Tingginya keragaman anggrek Paphiopedilum dan juga status keterancamannya telah membuat para peneliti dan penggerak konservasi anggrek dari berbagai negara memberikan perhatian khusus bagi upaya pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia.
Pada 2021, Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya telah melakukan penelitian berjudul ‘Baseline Study on Paphiopedilum (Orchidaceae) Conservation Strategies in Indonesia’.
Menurut ketua tim peneliti Anggrek Paphiopedilum – Kebun Raya Purwodadi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Destario Metusala, penelitian ini bertujuan utama untuk menghimpun informasi dasar dalam rangka perumusan strategi konservasi anggrek Paphiopedilum di Indonesia.
Destario mengatakan penelitian tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menjajaki peluang upaya pelestarian dengan berkolaborasi bersama para hobiis anggrek di Indonesia.
Secara umum, kata Destario, hasil kegiatan penelitian menunjukkan bahwa habitat alami beberapa spesies anggrek Paphiopedilum semakin menyempit dan terancam oleh konversi fungsi lahan, terutama untuk perkebunan.





Komentar tentang post