Selain itu, pada spesies-spesies tertentu ancaman kelestarian menjadi semakin meningkat dengan adanya aktivitas pengambilan di alam secara berlebihan.
“Kabar baiknya, seluruh hobiis anggrek yang telah diwawancarai menunjukkan respon positif untuk mendukung penelitian dan pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia,” ujar Destario.
“Bahkan berbagai pihak terkait, termasuk komunitas hobiis, LSM, akademisi, dan institusi pemerintah dibidang konservasi sumber daya alam telah banyak terlibat dalam forum diskusi bersama untuk menguraikan permasalahan pelik dalam isu pelestarian anggrek.”
Berdasarkan hasil kajian dari tim peneliti BRIN, strategi konservasi terbaik untuk Anggrek Paphiopedilum tidak dapat hanya melalui pendekatan aspek biologinya saja.
“Sangat penting juga untuk mempertimbangkan dan melibatkan aspek sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Pelatihan dasar budidaya dan pemberian wawasan konservasi bagi para hobiis di sekitar habitat dapat menjadi salah satu program prioritas di tahun 2022.
Begitu pula dengan pembuatan database hobiis anggrek yang dapat diakses para peneliti dan akademisi, memudahkan interaksi multi-pihak dalam mendorong kegiatan riel penelitian dan pelestarian anggrek Paphiopedilum di berbagai daerah.
Hal tersebut menjadi penting, mengingat laju degradasi kualitas habitat Paphiopedilum yang sedemikian cepat sehingga kegiatan penelitian dan penyelamatan perlu dipercepat.





Komentar tentang post