Dwikorita mengatakan, SLI Operasional bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, Pusat Penyuluhan Pertanian (PPT) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam memanfaatkan informasi iklim di wilayah kerja.
“SLI ini untuk antisipasi terhadap dampak fenomena iklim ekstrem serta menjadi langkah adaptasi terhadap usaha pertanian apabila terjadi iklim ekstrem seperti banjir atau kekeringan,” katanya.
BMKG telah mengeluarkan informasi mengenai anomali iklim La Nina dalam kaitannya dengan potensi musim hujan tahun 2020/2021.
La Nina adalah kondisi penyimpangan (anomali) suhu permukaan laut Samudra Pasifik, terjadi dalam skala waktu beberapa bulan hingga tahun yang mempengaruhi iklim global.
Badai atau siklon tropis adalah fenomena ekstrem gangguan cuaca dalam skala ratusan kilometer yang memiliki dampak bersifat regional baik dampak langsung maupun tidak langsung, dan berlangsung dalam beberapa hari.
Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X saat memberi sambutan virtual SLI dan panen perdana, Selasa (3/11) mengatakan, dulu, para petani tradisional dalam menentukan masa tanam selalu mengandalkan pranata-mangsa, perhitungan iklim berdasarkan ilmu titen yang turun-temurun.
Tapi kini, kata Sultan, setelah terjadinya anomali iklim yang sulit diprediksi, cara-cara lama itu sulit digunakan lagi. Dalam ikut membantu menghindari dampak salah mangsa tadi, BMKG menginisiasi pendirian SLI yang ketiga di Gunungkidul.





Komentar tentang post