Rabu, Oktober 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

redaksi
7 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
53 Titik Api di 9 Wilayah Terdeteksi di Kalimantan Selatan

Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. FOTO: BNPB

Darilaut – Lahan gambut yang sehat berfungsi seperti spons yang dapat menyimpan air dan membantu menjaga kestabilan hidrologi kawasan. Ketika kemampuan tersebut berkurang, air lebih cepat mengalir ke wilayah sekitarnya.

Kebakaran berulang di lahan gambut mengurangi kemampuan menahan air. Hasil riset Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dony Rachmanadi, satu kali kebakaran dapat menurunkan kemampuan gambut menahan air sekitar 15 persen. Apabila kebakaran terjadi berulang hingga empat kali, penurunannya dapat mendekati 30 persen.

“Pengeringan membuat lapisan organik menyerupai tumpukan bahan tumbuhan kering yang mudah terbakar,” kata Dony seperti dikutip dari Brin.go.id.

”Api kemudian dapat merambat ke bawah permukaan dan bertahan di dalam lapisan gambut. Begitu mendapat oksigen, dia bisa menyala lagi. Gambut benar-benar bisa padam kalau kembali terendam air.”

Kerusakan tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran berikutnya, tetapi juga dapat memperbesar risiko banjir.

Dony mengatakan posisi ekosistem ini penting untuk menjaga hidrologi kawasan supaya stabil. Begitu kemampuan mengikat airnya hilang, air akan mengalir ke desa, kota, dan jalan.

Karena itu, menurut Dony, kejadian kebakaran dan banjir di kawasan gambut dapat saling berkaitan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: BRINDony RachmanadiKebakaran Hutan dan LahanLahan Gambut
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

Postingan Terkait

Kebakaran Hutan dan Lahan Berkepanjangan di Seluruh Indonesia, Tercatat 50 Ribu Kasus Saluran Pernapasan

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

7 Oktober 2026
Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

7 Oktober 2026

Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

Atmosfer Kering, El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Kurangi Pasokan Uap Air

Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

Kebakaran Hutan: Asap Mengubah Bencana Lokal Menjadi Polusi Udara Berskala Benua

Copernicus Atmosphere Tampilkan Konsentrasi Harian PM2.5 di Indonesia dan Benua Maritim

Jejak Sampah Dari Sungai ke Laut

TERBARU

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

Atmosfer Kering, El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Kurangi Pasokan Uap Air

Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

AmsiNews

REKOMENDASI

Peran Asosiasi untuk Kesejahteraan Nelayan di Jepang

Bibit Siklon Tropis 97S Berada di Laut Timor

Gorontalo Catat Inflasi 2,21 Persen pada November 2025, Dorongan Terbesar dari Kenaikan Harga Ikan dan Perawatan Pribadi

Profesor Rosichon: Krisis Iklim Ancam Kepunahan Keanekaragaman Hayati

Kebutuhan Pasar Ikan Hias Indonesia Diperoleh Melalui Eksploitasi Dari Alam

Pembangunan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Utara Melalui Pendanaan Kreatif Non APBN

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.