“Kami bersyukur dengan kehadiran BAKTI dalam fasilitasi internet bagi nelayan di pulau kecil dan perbatasan akan membantu penyediaan infromasi penangkapan ikan maupun penjualan hasil ikan oleh nelayan local,” kata Zulficar yang juga Ketua Umum Ikatan Sarjanan Kelautan Indonesia (ISKINDO).
Perwakilan BAKTI Kominfo, Syarif Maulana mengatakan, saat ini BAKTI telah melakukan piloting di beberapa lokasi di mana nelayan dapat memanfaatkan internet pada radius 100 kilo meter ke arah laut. Aplikasi ini pengembangan dan model yang sebelumnya telah ada di KKP.
“Aplikasi internet yang dikembangkan BAKTI akan menavigasi kapal nelayan menuju titik ikan, termasuk memberikan informasi tentang keselamatan pelayaran, terutama terkait cuaca dan gelombang laut,” ujar Syarif.
Menurut Koordinator Ekspedisi Pinisi Bakti Nusa, Moh Abdi Suhufan, dalam pelaksanaan ekspedisi ditemukan beberapa lokasi pulau-pulau kecil yang belum tersedia fasilitas komunikasi dan internet. Terutama di pulau-pulau kecil Papua Barat dan Maluku Barat Daya.
“Nelayan yang kami temui di pulau-pulau kabupaten Maluku Barat Daya belum memilki akses dalam layanan telekomunikasi, apalagi internet sehingga kami mendorong pemerintah melalui BAKTI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan agar membuat program percontohan penggunaan internet bagi nelayan di pulau terluar dan perbatasan,” kata Abdi.*





Komentar tentang post