Minggu, September 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Arkeologi Bangkai Kapal

redaksi
6 Juni 2022
Kategori : Berita, Eksplorasi
0
Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Kapal kayu Endurance yang tenggelam lebih dari 100 tahun lalu ditemukan berada di kedalaman 3008 meter di bawah Laut Weddell, Antartika, pada 5 Maret 2022. FOTO: Falklands Maritime Heritage Trust/National Geographic

Darilaut – Mengapa kita perlu mempelajari bangkai kapal? Dengan mempelajari bangkai kapal dapat membantu untuk memahami masa lalu dan menghubungkan dengan warisan budaya kita.

Bangkai kapal memberi pelajaran tentang bagaimana lingkungan dan kesalahan manusia dapat saling memengaruhi.

Arkeologi, secara sederhana didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia di masa lalu dengan memeriksa sisa-sisa fisik yang ditinggalkan oleh orang-orang di masa lalu.

Peninggalan arkeologi—seperti situs, struktur, fitur, dan artefak—memberikan tautan nyata ke sejarah kolektif manusia dan sekilas tentang evolusi sosial, ekonomi, dan budaya spesies kita.

Arkeologi —pada intinya—adalah tentang penemuan. Melalui arkeologi dapat ditemukan bagaimana hidup orang-orang di masa lalu, bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan mereka, bagaimana mereka memanfaatkan sumber daya alam, dan bagaimana mereka mengubah dunia di sekitar.

Menurut NOAA Ocean Exploration tidak seperti situs yang dibuat dengan rumit seperti kuburan dan kuil, bangkai kapal tidak disengaja. Karena itu bangkai kapal menunjukkan masa lalu sebagaimana adanya.

Tidak seperti situs di darat, banyak kapal tenggelam ke dasar yang sering dibiarkan hingga ditemukan.

Bangkai kapal dengan demikian seperti kapsul waktu, melestarikan satu momen dalam waktu, dan dengan mempelajarinya, para arkeolog dapat mulai memahami masa lalu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: ArkeologiBangkai KapalNOAA Ocean Exploration
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Melindungi Planet di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Next Post

Sekjen PBB: Kita Semua Bertanggung Jawab Mencegah Bencana

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

20 September 2026

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

BRIN Kaji Pergerakan Hanyut 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis di Selat Sunda

Gempa Bumi Darat Kedalaman 5 km Guncang Toli-Toli Sulawesi Tengah

Prosesi Wisuda ke-63 UNG Kukuhkan 700 Lulusan Terbaik

Next Post
Hari Bumi,  Ini Cara Mengatasi Krisis Iklim

Sekjen PBB: Kita Semua Bertanggung Jawab Mencegah Bencana

Komentar tentang post

TERBARU

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

Proses Kasus Bom Ikan di Kepulauan Kapoposang Berlanjut ke Kejaksaan

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

BRIN Kaji Pergerakan Hanyut 8 Orang Termasuk 5 Jurnalis di Selat Sunda

AmsiNews

REKOMENDASI

22 Kapal Ikan Asing akan Ditenggelamkan di Pontianak

FWI: Indonesia Gagal Hentikan Deforestasi

Penipuan Berkedok Modus Bimtek Perikanan Budidaya

Masuk Perairan Indonesia, Rumpon Malaysia Ditertibkan KKP

Kapal Ikan Bandar Nelayan 188 Kecelakaan di Samudera Hindia

Peran Lebah Sebagai Layanan Untuk Membantu Penyerbukan Tumbuhan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.