Senin, April 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Wisata Ubur-Ubur di Togean dan Kakaban

redaksi
13 November 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Ubur-ubur

Salah satu jenis ubur-ubur yang tidak menyengat di Danau Mariona Pulau Togean. FOTO: DARILAUT.ID

SPESIES ubur-ubur ada yang tak menyengat. Ubur-ubur ini banyak menarik perhatian wisatawan.  Seperti di Kepulauan Togean dan di Danau Kakaban di Kalimantan Timur.

Di Togean, lokasi ubur-ubur yang tidak menyengat berada di Danau Mariona.

Bila ingin melihat ubur-ubur di Mariona, pengunjung dapat menggunakan perahu katinting atau mesin tempel dari Pelabuhan Wakai. Menuju lokasi ini, dapat ditempuh sekira 30 sampai 45 menit.

Untuk masuk ke danau Mariona, dapat ditempuh dengan dua cara. Pertama, setelah tiba, pengunjung berenang dan berjalan di atas bebatuan. Perlu hati-hati bila ombak ombak terlalu kuat.

Cara lainnya, dengan mengambil jalan melalui bukit. Melalui lokasi ini, terdapat hamparan pasir putih. Selanjutnya, naik ke bukit dan berjalan di antara pepohonan sekira 150 sampai 200 meter.

Di Pulau Kakaban terdapat jenis ubur-ubur yang sudah kehilangan kemampuan menyengat. Yang tidak menyengat ini jenis Mastigias papu dan Aurelia aurita.

Jenis ubur-ubur lain, Cassiopeia ornate dan Tripedalia cystophora. Terdapat pula ubur-ubur yang kecil ukurannya.

Pulau kakaban terbentuk karena karang yang terangkat. Di pulau ini memiliki satu danau besar, yakni Danau Kakaban dan enam danau kecil. Kedalaman danau berkisar antara 2-15 meter.

Lokasi lainnya di Indonesia yang memiliki ubur-ubur tidak menyengat seperti di Misool Papua Barat dan Pulau Landu Nusa Tenggara Timur.*

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Jelly FishKakabanTogeanUbur-ubur
Bagikan16Tweet4KirimKirim
Previous Post

Ecodrone, Cara Baru Menyelamatkan Mamalia Laut

Next Post

Bila Musim Ubur-Ubur Tiba

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Ubur-ubur

Bila Musim Ubur-Ubur Tiba

Komentar tentang post

TERBARU

BRIN Kembangkan Kapal Pengolah Sampah untuk Kawasan Pesisir dan Pulau Kecil

Banjir Rob Disertai Gelombang Tinggi Menghantam Banggai Laut

UNG Dorong Mahasiswa Lulus Tanpa Skripsi dengan Syarat Menghasilkan Karya Setara Tugas Akhir

Tuna Sirip Biru Terjual Rp 3,9 Juta Per Kilogram di Yilan Taiwan

Peneliti UNG Publikasikan Kompetensi Penerjemah di Jurnal Terindeks Scopus Q1

Gempa M5,8 Terletak Selatan Bone Bolango Laut Maluku

AmsiNews

REKOMENDASI

Menelusuri Faktor Penyebab Pencemaran Air

Bibit 97S di Laut Timor Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

PSBB, Sampah Plastik dari Belanja Online dan Layanan Pesan Antar Meningkat

Jumlah Mahasiswa UNG Tahun 2025 Hampir 42 Ribu, Terbanyak Asal Sulteng, Sulut dan Sulsel

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon Tropis

Dibawa Dalam Keadaan Hidup, Ini Kronologi Temuan Ikan Purba Raja Laut di Raja Ampat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.