Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

redaksi
15 September 2021
Kategori : Berita, Orca
0
Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

Bangkai lumba-lumba Atlantik (Atlantic White-Sided Dolphins) yang tergeletak di pantai Pulau Eysturoy setelah dibantai warga Kepulauan Faroe. Lumba-lumba ini bagian dari jumlag 1.428 yang dibantai. FOTO: SEA SHEPHERD

Darilaut – Sebanyak 1428 lumba-lumba Atlantik (Atlantic White-Sided Dolphins) telah dibantai tahun ini di pantai Skálabotnur Kepulauan. Jumlah ini tercatat sebagai perburuan tunggal terbesar di dunia.

Menurut organisasi lingkungan Sea Shepherd dalam sejarah perburuan di kawasan tersebut, jumlah ini yang terbesar dalam sejarah Faroe. Jumlah lumba-lumba atau paus pilot yang dibantai sebanyak 1.200 terjadi pada tahun 1940).

Kemungkinan jumlah 1428 lumba-lumba dan cetacea lainnya ini merupakan perburuan tunggal terbesar yang pernah tercatat di seluruh dunia.

Pada Minggu malam, 12 September, ratusan lumba-lumba Atlantik ini didorong dan digiring selama berjam-jam dengan kapal dan jet-ski ke perairan dangkal di Skálabotnur.

Sejak 1980-an Sea Shepherd telah mengkritik dan berjuang untuk menghentikan pembantaian cetacea tersebut. Perburuan ini juga telah menimbulkan pro dan kontra di Kepulauan Faroe.

Menurut penduduk setempat yang berbagi video dan foto dengan Sea Shepherd, perburuan ini melanggar beberapa peraturan Faroe yang mengatur Grind.

Pertama, pihak distrik setempat tidak pernah diberitahu dan karena itu tidak pernah mengizinkan perburuan. Sebaliknya, mandor distrik lain yang memanggil Grind tanpa otoritas yang tepat.

Kedua, banyak peserta perburuan tidak memiliki lisensi, yang diperlukan di Kepulauan Faroe. Karena untuk kegiatan ini ada pelatihan khusus tentang cara membunuh paus pilot dan lumba-lumba dengan cepat.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: CetaceaFaroeLumba-lumbaSea Shepherd
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

10 Media Terpilih Untuk Program Pengembangan Kapasitas AMSI

Next Post

Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Postingan Terkait

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026
Pelabuhan yang Rusak karena Gempa dan Tsunami Palu Segera Dibangun

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

2 November 2026

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Next Post
Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Cara Ilmuwan Griffith University Perkirakan Umur Gambar Cadas 67.800 Tahun di Pulau Muna

Bibit Siklon Tropis 93W Berkembang di Utara Timur Laut Biak Numfor

Panas Ekstrem dan Kebakaran Hutan Melanda Australia

KRI Banda Aceh-593 Angkut Pemudik ke Sumatera

Siklon Tropis Taliah Menguat di Barat Daya Kepulauan Cocos

Banjir Melanda Banyumas dan Prabumulih

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.