Sabtu, Juni 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

redaksi
15 September 2021
Kategori : Berita, Orca
0
Terbesar di Dunia, 1428 Lumba-lumba Dibantai di Kepulauan Faroe

Bangkai lumba-lumba Atlantik (Atlantic White-Sided Dolphins) yang tergeletak di pantai Pulau Eysturoy setelah dibantai warga Kepulauan Faroe. Lumba-lumba ini bagian dari jumlag 1.428 yang dibantai. FOTO: SEA SHEPHERD

Darilaut – Sebanyak 1428 lumba-lumba Atlantik (Atlantic White-Sided Dolphins) telah dibantai tahun ini di pantai Skálabotnur Kepulauan. Jumlah ini tercatat sebagai perburuan tunggal terbesar di dunia.

Menurut organisasi lingkungan Sea Shepherd dalam sejarah perburuan di kawasan tersebut, jumlah ini yang terbesar dalam sejarah Faroe. Jumlah lumba-lumba atau paus pilot yang dibantai sebanyak 1.200 terjadi pada tahun 1940).

Kemungkinan jumlah 1428 lumba-lumba dan cetacea lainnya ini merupakan perburuan tunggal terbesar yang pernah tercatat di seluruh dunia.

Pada Minggu malam, 12 September, ratusan lumba-lumba Atlantik ini didorong dan digiring selama berjam-jam dengan kapal dan jet-ski ke perairan dangkal di Skálabotnur.

Sejak 1980-an Sea Shepherd telah mengkritik dan berjuang untuk menghentikan pembantaian cetacea tersebut. Perburuan ini juga telah menimbulkan pro dan kontra di Kepulauan Faroe.

Menurut penduduk setempat yang berbagi video dan foto dengan Sea Shepherd, perburuan ini melanggar beberapa peraturan Faroe yang mengatur Grind.

Pertama, pihak distrik setempat tidak pernah diberitahu dan karena itu tidak pernah mengizinkan perburuan. Sebaliknya, mandor distrik lain yang memanggil Grind tanpa otoritas yang tepat.

Kedua, banyak peserta perburuan tidak memiliki lisensi, yang diperlukan di Kepulauan Faroe. Karena untuk kegiatan ini ada pelatihan khusus tentang cara membunuh paus pilot dan lumba-lumba dengan cepat.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: CetaceaFaroeLumba-lumbaSea Shepherd
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

10 Media Terpilih Untuk Program Pengembangan Kapasitas AMSI

Next Post

Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Postingan Terkait

Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

6 Juni 2026
Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

6 Juni 2026

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

Pemodelan Instrumen Penting dalam Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup

Gempa Teluk Tomini M5,6 Guncang Luwuk

Next Post
Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Banjir di Yapen dan Nabire, Longsor di Tasikmalaya

Komentar tentang post

TERBARU

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Sisi Gelap Pusat Data Artificial Intelligence: Boros Air dan Listrik

Teknologi Artificial Intelligence Berdampak pada Lingkungan: Mengancam Air, Tanah dan Iklim

Dosen UNG Meriset Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini di Slovakia

AmsiNews

REKOMENDASI

Ini Laman Pengumuman Calon Mahasiswa Baru UTBK-SNBT Universitas Negeri Gorontalo

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang di Laut Filipina, 96W di Mikronesia

Pesawat Lion Jatuh, Basarnas Lakukan Penyelaman

Gorontalo Utara Siap untuk Pangkalan Kapal Bakamla

Bibit Siklon Tropis 31P Terletak di Laut Arafura

Anak Orca J-Pod Dalam Kondisi Memprihatinkan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.