Senin, Maret 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Kalmaegi Terbentuk di Utara Teluk Cendrawasih Papua

redaksi
2 November 2025
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Kalmaegi Terbentuk di Utara Teluk Cendrawasih Papua

Badai Tropis (Tropical Storm) Kalmaegi, pada Minggu (2/11) pagi. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Kalmaegi terbentuk di barat laut Kepulauan Yap atau utara timur laut Palau dan utara Teluk Cendrawasih, Papua, pada Minggu (2/11) dini hari.

Sistem yang berada di Samudra Pasifik bagian barat tersebut diperkirakan akan menguat menjadi topan (typhoon) dalam beberapa mendatang.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) sietem ini mengarah ke barat-barat laut dengan kecepatan 25 km per jam atau 14 knot.

Kalmaegi topan Jepang nomor 25 mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).

Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih berada di seluruh area 110 km (60 NM).

Tekanan udara pada pusatnya 1000 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan Kalmaegi terletak 126 km barat laut Yap, dengan kecepatan 19 km per jam (10 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 3,7 meter (12 kaki), kata JTWC.

JTWC memperkirakan Kalmaegi akan mendarat dalam 48 hingga 60 jam di dekat Samar selatan dan Leyte.

Lintasannya kemudian akan berbelok lebih ke arah barat laut selama 3 hari ke depan seiring sistem ini melintasi Laut Cina Selatan.

Mengenai intensitas, menurut JTWC, Kalmaegi akan tetap berada dalam kondisi yang menguntungkan untuk perkembangan lebih lanjut hingga mencapai daratan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badai Tropis KalmaegiHKOJMAJTWCSamudra Pasifik BaratTopan Kalmaegi
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peristiwa Upwelling Ekstrem Laut Alor Dapat Menjadi Daya Tarik Wisata Ilmiah Berbasis Konservasi

Next Post

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Postingan Terkait

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

15 Maret 2026
29 Maret 2025 Sidang Penetapan Awal Syawal 1446 H

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

15 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

Sekjen PBB Mengutuk Eskalasi Militer di Timur Tengah

Waspada Kondisi Cuaca Saat Mudik Lebaran

Next Post
Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

TERBARU

Tinggi Hilal Saat Matahari Terbenam 19 Maret 2026

Sidang Isbat 1 Syawal Pada 19 Maret 2026

Perkuat Ekosistem Riset BRIN Buka Pendaftaran Beasiswa Doctor by Research

UNEP: Konflik Timur Tengah Menyebabkan Kerusakan Lingkungan yang Meluas

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Krisis Timur Tengah, PBB:  Akses Makanan, Air dan Pendidikan Terganggu

AmsiNews

REKOMENDASI

Ancaman Plastik Bagi Ekosistem

Bibit Siklon Tropis 95W Terletak di Timur Laut Jayapura

Kemenhub Kaji Tarif Khusus Kapal Penyeberangan, Siang Hari Bakal Lebih Murah

Besok UNG Menggelar Seminar Nasional Tentang Pemilu

Cuaca Sangat Panas Melanda Hong Kong

Ekspor Tuna Loin di Gorontalo dan NTT Meningkat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.