Kamis, Juli 16, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Novita J. Kiraman
2 November 2025
Kategori : Berita, Konservasi
0
Global Ocean Innovation Challenge Jadikan Indonesia Pusat Inovasi Konservasi Laut

Lokakarya Ocean Innovation Challenge perdana yang digelar pada 27-29 Oktober 2025 di Bali. FOTO: YKAN

Darilaut – Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai pelopor dalam inovasi konservasi laut melalui pelaksanaan Global Ocean Innovation Challenge (GOIC) perdana yang digelar pada 27-29 Oktober 2025 di Bali. Kegiatan yang diinisiasi oleh The Nature Conservancy (TNC) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) ini menjadi forum penting dalam merancang solusi teknologi untuk pengelolaan kawasan konservasi laut dan perikanan berkelanjutan.

GOIC merupakan inisiatif global yang mendorong lahirnya ide-ide inovatif untuk menutup kesenjangan informasi yang selama ini menjadi tantangan utama konservasi laut. Indonesia dipilih sebagai lokasi uji coba pertama di kawasan Asia Pasifik karena memiliki kekayaan hayati laut luar biasa, menjadi rumah bagi lebih dari 75% spesies terumbu karang dunia serta penopang kehidupan jutaan masyarakat pesisir.

Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

“GOIC memperlihatkan bagaimana teknologi dapat memperkuat efektivitas pengelolaan kawasan konservasi laut, sejalan dengan visi 30×45 untuk melindungi 97,5 juta hektare kawasan perairan pada 2045,” ujar Firdaus.

Program ini akan berjalan dalam tiga fase hingga 2027, dimulai dari identifikasi tantangan dan pelaksanaan proyek percontohan di Indonesia, kemudian replikasi di kawasan Asia Pasifik, hingga tahap pengembangan global dan komersialisasi teknologi terpilih.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Yayasan Konservasi Alam NusantaraYKAN
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Badai Tropis Kalmaegi Terbentuk di Utara Teluk Cendrawasih Papua

Next Post

Topan Kalmaegi Menguat di Laut Filipina

Postingan Terkait

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

15 Juli 2026
Krisis Teluk Persia dan Selat Hormuz Berdampak pada Ketahanan Pangan di Seluruh Dunia

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

15 Juli 2026

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Topan Kalmaegi Menguat di Laut Filipina

Topan Kalmaegi Menguat di Laut Filipina

TERBARU

Solidaritas Jurnalis Bali Desak PN Denpasar Tolak Gugatan Perdata 4 Perusahaan Media

IMO Mengutuk Serangan Terhadap Pelaut di Selat Hormuz

21 Penyu Hijau Selundupan di Bali Dilepas ke Habitat Aslinya

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan UNG Dingatkan Memberikan Solusi Bagi Masyarakat

448 Mahasiswa KKN UNG Berfokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Anak

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

AmsiNews

REKOMENDASI

Suara Gemuruh, Gunung Lewotolok Kembali Meletus

KPU Kabupaten Gorontalo Menggelar Rakor Pembentukan Pantarlih  Pilkada 2024

Upaya Pencarian Korban Longsor Tambang Suwawa Gorontalo Terhalang Cuaca

Coscinium fenestratum, Obat Tradisional Malaria di Pulau Batanta

Banjir Melanda Bone Bolango dan Kota Gorontalo

Provinsi Gorontalo Lima Besar Penyakit Akibat Polusi Udara Seperti Stroke dan Jantung Iskemik

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.