Minggu, September 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Krovanh Terbentuk di Laut Filipina

redaksi
2 September 2026
Kategori : Berita
0
Jangmi Meningkat Menjadi Badai Tropis Parah, Berdampak Terhadap Kondisi Cuaca di Sulawesi Utara

Ilustrasi badai tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Krovanh terbentuk di Laut Filipina pada Selasa (1/9). Saat ini sistem hampir tidak bergerak, pada Rabu (2/9) pagi.

Krovanh –topan nomor 24 Jepang—memiliki tekanan udara pada pusatnya 996 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot), menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).

JMA mengatakan area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di selatan 560 km (300 NM) dan utara 330 km (180 NM).

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 5,5 meter (18 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Krovanh diperkirakan akan terus bergerak perlahan selama 12 jam ke depan karena sistem ini masih berada dalam pola kendali arah (steering pattern) yang saling bersaing.

Setelah 12 jam, menurut JTWC, punggungan tekanan udara dekat khatulistiwa di sebelah barat daya akan melemah dan bergerak ke arah barat, sehingga punggungan subtropis menjadi mekanisme kendali arah utama.

Hal ini akan menyebabkan Krovanh bergerak ke arah barat laut selama 60 jam ke depan, menuju Kepulauan Ryukyu.

Lintasan aktual sistem ini sangat tidak pasti setelah 60 jam, namun prakiraan lintasan JTWC menunjukkan pergerakan lambat ke arah timur selama 5 hari ke depan, di mana punggungan dekat khatulistiwa yang menguat jauh di selatan memberikan kendali arah yang longgar.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badai Tropis KrovanhHKOJMAJTWCLaut Filipina
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Cara Kuda Laut Jantan Melahirkan

Next Post

Dosen UNG Bahas Isu Kepemimpinan Perempuan di Singapura

Postingan Terkait

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Dentuman Gunung Anak Krakatau

6 September 2026
Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

6 September 2026

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

Next Post
Dosen UNG Bahas Isu Kepemimpinan Perempuan di Singapura

Dosen UNG Bahas Isu Kepemimpinan Perempuan di Singapura

TERBARU

Dentuman Gunung Anak Krakatau

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Hurikan Lowell Mendekati Kepulauan Hawaii Sebagai Badai Kategori 4

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Darat Guncang Toli-toli

Digagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp 37,2 Miliar ke Singapura

Jaring Pengaman Sosial di Sektor Perikanan Mendesak Dilaksanakan

Ahli Meteorologi Jerman Terima Penghargaan Tertinggi Dari WMO

Anak Krakatau 79 Kali Gempa Erupsi

ISEI Terus Memperkuat Peran di Masa Pemulihan Ekonomi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.