Darilaut – Badai tropis Nokaen yang terletak di timur Filipina, Laut Filipina, dapat berdampak hujan dan gelombang tinggi di Indonesia.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Nokaen memberikan dampak tidak langsung dalam 24 jam hingga 16 Januari 2026 pukul 19.00 WIB terhadap perairan wilayah di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara, kata BMKG.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah Laut Sulawesi Bagian Timur, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sangihe, Laut Maluku, perairan Manokwari bagian utara, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Biak bagian utara, perairan Serui, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua.
BMKG mengatakan tinggi gelombang kategori tinggi (2,5 – 4.0 m) di wilayah perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
JTWC mengatakan saat bergerak ke barat laut, Nokaen akan bertemu dengan gelombang dingin timur laut dalam waktu sekitar 2 hingga 3 hari, yang membawa udara yang lebih dingin dan kering.
Interaksi ini akan memperdangkal pusaran lebih lanjut, sehingga rentan terhadap pengaruh pengarah di lapisan bawah.




