Kamis, November 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Banjir dan Kekeringan Pecahkan Rekor Lima Tahun Terakhir

redaksi
19 September 2026
Kategori : Berita
0
1.637 Titik Mengalami Hari Tanpa Hujan Kategori Ekstrim

Kekeringan. FOTO: DARILAUT.ID

Selama tujuh tahun berturut-turut, jumlah cekungan sungai dengan kondisi “normal” berada dalam kelompok minoritas yang nyata: berkisar antara 34-38%, dibandingkan dengan rata-rata 46% pada periode 1991-2020, menurut laporan tersebut.

Cadangan air daratan—yaitu total jumlah air yang tersimpan dalam air tanah, danau dan sungai, kelembapan tanah, vegetasi, serta es dan salju—telah mengalami penurunan sejak pertengahan tahun 2010-an.

Tahun 2025 menandai tahun keempat berturut-turut terjadinya penyusutan gletser secara luas di semua wilayah, yang memicu bahaya jangka pendek seperti banjir serta ketidakamanan air jangka panjang.

Antara tahun 2023 dan 2025, gletser terus kehilangan massa setiap tahunnya, dengan total akumulasi kehilangan massa gletser global mencapai 1.400 gigaton air.

Jumlah ini kira-kira setara dengan volume air yang dibutuhkan untuk mengisi sekitar 560 juta kolam renang ukuran Olimpiade, atau sekitar sepertiga dari total pengambilan air tawar tahunan.

Puluhan ahli dari Layanan Meteorologi dan Hidrologi Nasional, pusat data, kalangan peneliti, serta lembaga mitra turut berbagi data observasi in situ, hasil pemodelan, dan data berbasis satelit untuk menyusun laporan ini.

Cakupan laporan telah berkembang pesat, dengan jumlah variabel hidrologi yang meningkat dari tiga menjadi 15 sejak edisi pertama pada tahun 2021.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: BanjirKekeringanKrisis AirProf. Celeste SauloWMO
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Peneliti UNG Dorong Perbaikan Regulasi Dampak Tambang di Pesisir Provinsi Gorontalo dan Transparansi Dokumen Lingkungan

Next Post

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

Tren Negatif Cadangan Air Daratan Terus Berlanjut

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Naiknya Permukaan Laut Diperparah El Niño di Delta Mekong

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

E-Logbook Versi Baru Dilengkapi FishFace, Teknologi yang Mampu Mengenali Spesies Tuna dan Kakap

Foto: Kapal Pinisi

Rehabilitasi Karang di Raja Ampat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.