Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bantaeng, korban atas nama Haerul (L) tersebut dinyatakan hilang dan belum ditemukan.
Beberapa warga juga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan disediakan.
Banjir terjadi karena dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi sejak pukul 15.00 WITA di daerah hulu yang berada di pegunungan.
Curah hujan tinggi tersebut juga membuat debit air Sungai Calendu meluap dan Cekdam Balang Sikuyu jebol di sisi kanan. Akibatnya sejumlah wilayah dan permukiman warga serta fasilitas umum lainnya terendam banjir.
BPBD Kabupaten Bantaeng memperbarui laporan, banjir dengan tinggi muka air (TMA) 20-150 sentimeter menggenangi 2 kecamatan dan 5 kelurahan.
Kawasan yang terdampak di Kelurahan Bontosungguh, Kelurahan Bontowatu dan Kelurahan Bontorita di Kecamatan Bissappu. Kemudian Kelurahan Palantikang dan Kelurahan Tapanjeng di Kecamatan Bantaeng.
BPBD Kabupaten Bantaeng telah berkoordinasi bersama Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kodim, TNI/Polri dan dinas terkait untuk pemberian bantuan logistik serta obat-obatan.
Dapur umum telah didirikan di dua lokasi yakni, di Kecamatan Bantaeng dan Kecamatan Bissappu. Sementara itu, kebutuhan mendesak lain yang masih dibutuhkan adalah logistik dan makanan, pakaian, selimut, obat-obatan dan velbed atau kasur lipat.





Komentar tentang post