Menurut Handoko BRIN diharapkan dapat berkontribusi dengan mengembalikan layanan berbasis keahlian dan kepakaran periset kami saat ini, termasuk topik membangun Indonesia dari perbatasan.
Menciptakan layanan publik yang prima dengan lokasi jauh dan SDM relatif terbatas dan infrastruktur terbatas dibutuhkan terobosan, inovasi baru yang terintegrasi di daerah perbatasan dapat menjamin pelayanan yang optimal.
Ketua Majelis Profesor Roset BRIN Bambang Subiyanto mengatakan, intervensi teknologi di daerah perbatasan adalah salah satu kendala utama dalam melakukan implementasi teknologi karena daerah perbatasan sangat rawan.
Namun, seiring dengan perkembangan ekonomi, daerah perbatasan dapat terlihat potensinya dengan kondisinya yang strategis.
Pembicara sekaligus moderator, Profesor Kebijakan Publik, Governansi, Reformasi Administrasi dari Universitas Indonesia, Eko Prasojo, mengatakan, Presiden Jokowi pernah menyampaikan akan meletakkan prioritas untuk membangun dari pinggiran termasuk daerah perbatasan dalam program pembangunan nasionalnya sejak periode pertama dan dilanjutkan di periode kedua.
Menurut Eko Prasojo daerah perbatasan memang jauh span of control (rentang kendali) dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota tapi punya peran strategis dan kritikal. Strategis berarti berperan jangka panjang untuk Indonesia dan kritikal artinya mempunyai urgensi yang sangat penting bagi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia.





Komentar tentang post