Menurut Juan gerakan ini untuk mengajak masyarakat, komunitas, dan instansi terkait bekerja sama membersihkan pantai dari sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mempromosikan praktik berkelanjutan di sepanjang garis pantai.
Ada pun yang menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini, a) jumlah sampah yang dikumpulkan, b) kualitas pantai setelah pembersihan, c) peningkatan kesadaran lingkungan dan d) perubahan perilaku masyarakat.
Berikut hasil identifikasi di tiga desa di pesisir Teluk Tomini, tersebut.
Desa Olimoo’o
Pesisir Desa Olimoo’o menjadi salah satu kawasan yang dipilih dalam pembersihan pantai. Sampah yang berserakan di kawasan tersebut sebagian besar diakibatkan dari budaya masyarakat yang masih membuang sampah ke laut.
Terlihat dari beberapa sampah di sana merupakan limbah rumah tangga.

Oleh karena itu, kegiatan ini diharap dapat memantik kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan juga aparat desa yang dapat memberikan solusi efektif dalam regulasi sampah di Desa Olimoo’o.
Desa Lamu
Pantai Lamu menjadi Kawasan yang dipilih dalam pembersihan pantai. Pantai Lamu seringkali menjadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat setempat bahkan pengunjung pantai.

Sampah yang ditemukan di pantai Lamu berjenis plastik, kaleng, botol, dan sampah lainnya.





Komentar tentang post