Dengan beroperasinya lembaga penyalur BBM satu harga di Poco Ranaka diharapkan perekonomian masyarakat meningkat seiring turunnya harga sembako.
“Mengingat sebelumnya masyarakat di wilayah Poco Ranaka harus membeli BBM dengan harga hingga Rp 15.000 per liter,” kata Jonan.
Sebagai informasi, dari tahun 2017 hingga 2019 akan dibangun 170 Penyalur BBM satu harga. Pada Tahun 2017 telah dibangun 57 penyalur, dengan rincian 54 penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan 3 penyalur oleh PT AKR Corporindo, Tbk.
Pada 2018 telah dibangun 74 lembaga penyalur, dengan rincian 68 penyalur PT Pertamina (Persero) dan 6 penyalur PT AKR Corporindo, Tbk.
Untuk tahun 2019 ini, akan dibangun 39 lembaga penyalur BBM satu harga. 38 lembaga penyalur oleh PT Pertamina (Persero) dan 1 lembaga penyalur PT AKR Corporindo Tbk.
Menurut Jonan, dalam pelaksanaan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah serta PT Pertamina, PT AKR dan BPH Migas telah berkoordinasi dalam menetapkan titik lokasi penyaluran BBM satu harga.
Saat ini 5 penyalur PT Pertamina (Persero) telah uji operasi. Dengan demikian, sampai dengan saat ini secara keseluruhan telah beroperasi Penyalur BBM satu harga sebanyak 136 Penyalur.*





Komentar tentang post